Aku hanya bisa memandangnya, memandang dalam jarak yang sangat dekat, memandang matanya
Hanya itu yang bisa kulakukan dan itu membuatku bahagia, yya sangat bahagia
Aku bertemu dengannya ketika OSPEK di kampusku, saat itu dia menjadi senior ku
Tak bnyak kata yang terucap dari bibirnya, yang aku ingat hanya senyumnya, senyum yang begitu manis entah ada misteri apa dibaliknya
Setelah kegiatan itu selesai, aku pun sangat yakin mendaftarkan diri menjadi anggota HIMA, tentu dengan harapan aku dekat dengannya dan mendapatkan senyuman itru
Semua berjalan dengan sempurna, Tuhan begitu menyayangiku
Setiap saat aku bertemu dengannya, Tuhan aku bahagia yya sangat bahagia
Dia menyadari atau tidak
Dia merasakan atau tidak
Dia memahami atau tidak
Aku tak peduli
Aku hanya memohon Tuhan jangan pernah kau lenyapkan senyum itu
Karna bagi ku, bahagia itu sederhana
Sesederhana aku melihat senyum yang terukir di wajahnya
- mengapa ada derita jika bahagia bisa tercipta-